BANDUNG, (PRLM).- Posisi popularitas figur calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub) Jawa Barat berubah menjelang satu tahun pelaksanaan pemilihan gubernur (pilgub) 2013. Popularitas Wagub Jabar Yusuf M. Effendi menurun di setiap kategori sementara popularitas Gubernur Jabar Ahmad Heryawan selalu di atas.
Sekretaris Daerah Pemprov Jabar Lex Laksamana pun selalu berada di posisi atas untuk berbagai kategori popularitas. Selain itu, figur-figur yang merupakan politisi atau bahkan ketua partai politik ternyata tidak mendapat respon baik dari masyarakat sehingga masuk dalam kategori yang dianggap tidak layak menjadi cagub/cawagub.
Itu merupakan hasil survei yang dikeluarkan Laboratorium Pendidikan Kewarganegaraan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pasundan. Kepala Laboratorium Sunatra mengungkapkan hasil survei itu di salah satu restoran di Bandung, Senin (27/2).
"Survei popularitas ini didasarkan tiga kategori, popularitas umum, berdasarkan kinerja figur, serta berdasarkan citra moral dan sosial. Ternyata, hasilnya berbeda dengan survey sebelumnya yang kami lakukan Oktober 2011, terutama mengenai popularitas Yusuf M. Effendi," kata Sunatra.
Ia mengatakan, saat itu, Yusuf M. Effendi menempatkan posisi teratas yang diikuti Heryawan, Walikota Bandung Dada Rosada, Ketua DPD Partai Golongan Karya Jabar Irianto MS Syaifuddin, dan Ketua DPD PDI Perjuangan Jabar Rudy Harsa Tanaya. Namun, dalam survey yang dilakukan tanggal 5-20 Februari lalu, hasilnya memperlihatkan bahwa popularitas Yusuf menurun.
Dalam kategori popularitas umum, Yusuf menempati posisi dua dengan Heryawan di posisi pertama. Untuk kategori kinerja figur, posisi Yusuf merosot ke posisi lima di bawah Heryawan, Dada Rosada, Bupati Cirebon Dedy Supardi, dan Irianto. Sementara, untuk kategori citra moral dan sosial, Yusuf ada di posisi dua di bawah Heryawan.
Menurunnya popularitas Yusuf seiring dengan menurunnya keterpilihan Partai Demokrat. Dari survey dengan responden 3.250 orang dan margin of error 4,5% yang tersebar di seluruh Jabar, keterpilihan PD ada di posisi 3 (14,2%). Posisi pertama ditempati PG (17,4%) dan kedua PDIP (16,3%).
"Citra Yusuf turun karena berbagai hal, termasuk masalah Demokrat di pusat. Apalagi pernah muncul foto Yusuf dengan Nazarudin di media massa, itu kontraproduktif," ucap Sunatra. Apalagi berkaitan dengan kinerja, masyarakat menilai kemampuan Yusuf di birokrasi tidak terlihat selama menjadi wagub. (A-160/A-26).***
http://www.pikiran-rakyat.com/node/178577