PKS Ajukan 5 Nama

Hasil Uji Publik, akan Dibawa ke DPW

SUMBER- DPD PKS Kabupaten Cirebon sudah melakukan penyaringan dari sepuluh nama yang telah diajukan ke publik. dari sepuluh nama itu, lima diantaranya akan diajukan kepada DPW PKS Jawa Barat untuk disaring dan dipilih menjadi bakal calon bupati Cirebon yang akan diusung partai berlogo padi yang diapit dua bulan sabit ini.

Hal ini disampaikan ketua bidang Humas dan Media DPD PKS, Arif Rahman kepada radar dikantornya, Rabu (7/3). seperti diketahui sebelumnya, DPD PKS Kabupaten Cirebon telah merilis 10 kadernya - kadernya untuk diuji publik maju dalam pemilihan bupati Citrebon 2013 nanti. Saat ini, DPD PKS kata Arif, sudah mengantongi lima dari sepuluh nama itu untuk diajukan kepada ketua DPW PKS Jawa Barat.

"Ketua DPW sedang sakit dan masih belum bisa diajak ngobrol serius, jadi kami menunda pertemuan itu," ujarnya. Sedianya, DPD PKS akan melakukan langkah konsolidasi dengan DPW terkait nama - nama calon Internal PKS.

Selain konsolidasi partai, lanjutnya, koordinasi dan pembahasan mendalam juga menjadi agenda selanjutnya bersama DPW.

Arif menjelaskan, PKS merupakan partai yang memiliki kader militan dan tangguh. meskipun demikian, uji publik menjadi keharusan untuk menilai elektabilitas dan popularitas calon - calon tersebut." Ini menjadi arah kebijakan partai. Kita ingin mengajukan calon bupati yang benar - benar dapat menarik simpati masyarakat kabupaten Cirebon. "ujarnya.

Namun, seluruh kader partai, siap bekerja untuk memenangkan siapapun calon yang akan diusung PKS nanti. Selain memenangkan calon gubernur Jawa Barat dari PKS, kader - kader PKS Kabupaten Cirebon juga mengusung semangat yang sama untuk bupati Cirebon. "Sabtu ini akan bertemu dan diskusi aktif dengan ketua DPW PKS membahas nama - nama calon yang diajukan," bebernya.

Dari Kelima nama itu, dia memastikan akan ada unsur dari anggota dewan, pengurus partai, juga kader yang aktif di PKS. Arif memastikan, komposisi tersebut bukan keinginan pihak - pihak tertentu, melainkan berdasarkan hasil survey internal partai dan melihat angka elektabilitas serta popularitas dari kader yang bersangkutan. " Kita transparan dan akuntabel terkait hasil polling internal kami, "ungkapnya. (ysf)


Sumber : Harian Radar Cirebon Edisi Kamis 8 Maret 2012