PKS Jajaki Koalisi dengan Golkar

SUMBER - Setelah santer dikabarkan PKS akan berkoalisi dengan Hanura dan PDIP, kini peluang koalisi PKS berpihak kepada Golkar untuk menjajaki rencana tersebut. Kedua partai itu dinilai memiliki kesamaan untuk membangun Kabupaten Cirebon.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Rakyat Cirebon PKS kini terus melakukan lobi-lobi politik untuk bisa berkoalisi dengan Golkar. Isu perpecahan koalisi PDIP dengan Golkar menjadi peluang bagi PKS untuk bisa merebutnya.

Ketika dikonfirmasi kepada Ketua Bidang Kebijakan Publik DPD PKS Kabupaten Cirebon, aidin Tamim, membenarkan jika partainya sedang melakukan komunikasi dengan partai berlogo Pohon Beringin tersebut.

Dikatakannya, untuk melakukan koalisi PKS tidak akan membicarakan figure yang akan diusung terlebih dahulu."Memang benar PKS sedang malakukan komunikasi politik dengan Golkar. Hanya saja masih belum terlalu jauh melangkah,"ujarnya.

Dijelaskannya, jika memang antara Golkar dan PKS akan sepakat melakukan koalisi. Langkah awal mencari kesamaan persepsi terlebih dahulu untuk membangun Kabupaten Cirebon dan Kesejahteraan Rakyatnya. Setelah itu, baru membicarakan siapa calon yang akan diusung.

"Sebagai langkah awal, PKS tidak akan membicarakan siapa calon yang akan diusung. Tapi lebih mencari persamaan persepsi terlebih dahulu,"paparnya.
Ia menambahkan, kedua partai yang berkoalisi seyogyanya tidak mengedepankan ego untu posisi apakah E1 atau E2. Hal terpenting adalah komitment awal harus dibangun terlebih dahulu, masalah posisi bisa dibicarakan belakangan.

"Untuk Pposisi E1 dan E2 kita fleksibel saja. Yang jelas tidak akan mengedepankan ego masing - masing partai.,"imbuhnya.

Sementara itu, Ketua DPD Golkar Kabupaten Cirebon H Ason Sukasa SmHk setelah mengikuti rapat paripurna dengan DPRD Kabupaten Cirebon mengatakan partainya terbuka dengan partai manapun. Untuk sekarang belum memutuskan dengan siapa akan berloalisi 2013 mendatang.

Ia menambahkan, dalam tubuh Golkar sendiri dalam juklak nomor 11 tahun 2011 tentang tata umum Pemilihan Kepala Daerah baik Bupati maupun Gubernur. "Semuanya sudah diatur. Siapapun boleh merapat dengan Golkar tanpa terkecuali. Jadi siapapun boleh merapat,"pungkasnya. (tar)


Sumber; Harian Rakyat Cirebon Edisi Selasa, 12 Juni 2012.