Putra Cirebon Calon Wakil Walikota Bekasi





BEKASI-Partai Golkar dan PKS bersinergi mencalonkan kadernya masing-masing maju dalam Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Bekasi. Bila Partai Golkar mengusung incumbent Rahmat Effendi untuk Calon Wali Kota (Cawalkot), sedangkan PKS mengusung kadernya Ahmad Syaikhu, jadi Wakil Wali Kota (Cawalkot).

Awal bulan kemarin pasangan ini resmi mendaftar ke KPUD Kota Bekasi agar bisa bersaing dalam Pemilukada Kota Bekasi yang digelar pada 16 Desember 2012 mendatang. Pasangan Pepen-Ahmad Syaikhu atau yang lebih dikenal PAS ini maju selain didukung Partai Golkar dan PKS, juga didukung PKB dan Partai Hanura.

Pendaftaran pasangan PAS ke KPUD Kota Bekasi diikuti sebagian pendukungnya dengan berjalan kaki mulai dari Masjid Albarkah di Jalan Veteran, hingga ke kantor KPUD Kota Bekasi di Jalan Ir H Juanda, pukul 16.00 kemarin. Pendaftaran pasangan ini langsung diterima Ketua KPUD Kota Bekasi Hendi Irawan.

”Alhamdulilah, saya bersama Pak Syakhu, siap bertarung dalam pemilukada,” terang Rahmat Effendi yang biasa disapa Pepen ini. Dia juga mengatakan, koalisi partai yang mendukungnya sangat solid. ”Koalisi yang empat partai ini saya sebut sebagai koalisi bersahabat,” kata Pepen juga.

Dia juga menambahkan, koalisi Bersahabat ini juga diikuti PKPI dan PKNU. Pepen juga menegaskan, koalisi ini dibentuk dengan kesadaran untuk memajukan Kota Bekasi menjadi lebih berakhlak. Untuk diketahui, pasangan ini maju dengan 18 kursi parpol di DPRD Kota Bekasi. Sehingga, memenuhi persyaratan kepada KPUD Kota Bekasi untuk mencalonkan diri.

Sementara itu, Cawalkot Ahkmad Syaikhu mengaku koalisi empat partai ini dibentuk bagian dari kesamaan visi untuk membangun Kota Bekasi yang lebih baik. Dia juga yakin, bisa memenangkan pemilukada. ”Insya Allah, kami akan terus meminta dukungan ke semua elemen masyarakat agar memenangkan pertarungan ini,” tandas politisi PKS itu.

H.Ahmad Syaikhu
  • Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat 2009-2014
  • Cirebon, 23 Januari 1965
  • Jl Antara no 33 Komp.LKBN RT 04/19 Kel.Jati Makmur PONDOK GEDE

ALUMNI PESANTREN BUNTET ini merupakan kader senior PKS yang berasal dari DPC Pondok Gede. Sebelum mengemban amanah di parlemen, Ahmad Syaikhu telah malang melintang sebagai pembina tarbiyah dan da’wah di Jabotabek, khususnya di wilayah Pondok Gede dan sekitarnya.

Pada Pemilu 2004, ia dicalonkan oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebagai anggota di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi. Masuknya ia ke dunia politik berkonsekuensi ia harus mengundurkan diri dari pegawai negeri sipil. Pada tahun 2008, ia pernah dicalonkan menjadi CALON WALI KOTA BEKASI. Selanjutnya pada Pemilu 2009, ia dicalonkan sebagai anggota DPRD tingkat provinsi. Dan kini ia menjabat sebagai Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, di samping menjadi Wakil Ketua Umum DPW PKS Jawa Barat.

Ahmad Syaikhu dilahirkan di desa Ciledugkulon Kecamatan Ciledug Kabupaten Cirebon pada 23 Januari 1965, putra kelima dari pasangan , K.H Ma’soem bin Aboelkhair, dan Nafi’ah binti Thohir.

Pendidikan dasar sampai dengan kelas V dilaluinya di SDN Ciledug III. Seiring dengan kepindahan ayahnya sebagai Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) kecamatan Sindanglaut Cirebon ia melanjutkan ke SDN Lemahabang II hingga lulus. Pendidikan menengah pertama dilaluinya di SMPN Sindanglaut Cirebon dilanjutkan ke SMAN Sindanglaut Cirebon setelah itu dilanjutkan ke Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) . Pendidikan agama diperolehnya dari orang tua, kakak, guru privat dan kiyai-kiyai di Pondok Pesantren Buntet Cirebon.

Setelah menyelesaikan pendidikan di STAN, ia menikah dengan teman sekampusnya, Lilik Wakhidah. Dari pernikahan itu dikaruniai oleh Allah tiga anak laki-laki dan tiga anak perempuan. Pertama, Muhammad Kamil . Kedua, Muhammad Yasir Naufal. Ketiga, Sarah Karimah. Keempat, Muthi’ah. Kelima, Izzuddin Hamas. Keenam, Aisyah Wafa Syahidah.

Ahmad Syaikhu menjalani ikatan dinas sebagai auditor di Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) perwakilan Provinsi Sumatera Selatan di Palembang dari 1986 hingga 1989 kemudian dilanjutkan pada BPKP Pusat pada Deputi Bidang Pengawasan Keuangan Daerah.

Sejak sekolah dasar ia sudah aktif mengikuti kegiatan pramuka. Di SMP dan SMA, ia aktif mengikuti dan menjadi pengurus Organisasi Siswa Intra sekolah (OSIS). Ketika kuliah di STAN, aktivitas organisasi itu salurkan melalui Senat Mahasiswa sebagai Ketua Bidang Kerohanian Islam dan Ketua Masjid Kampus Baitul Maal Badan Pendidikan dan Latihan Keuangan (BPLK).

Bersama dengan kawan-kawannya, ia mendirikan beberapa yayasan, di antaranya Yayasan At-Tibyan (Jakarta Timur) yang bergerak dalam pendidikan Islam dengan membuka TPA, Yayasan Istiqomah Bina Umat (IBU) di Pondok Gede Bekasi yang bergerak dalam Tahfidzul Qur’an (menghafalkan Al-Qur’an) dan Yayasan Lembaga Amil Zakat Tabung Amanah Umat (LAZ-TAMU) di Pondokgede yang bergerak di bidang pelayanan sosial dan kesehatan. Yayasan Adzkia di Bekasi Timur yang bergerak di bidang sosial dan ekonomi.

Dalam pandangannya, agar dakwah tetap berjalan, diperlukan adanya komitmen dari setiap aktivis dakwah terhadap Islam dan Gerakan Islam, di samping dukungan dari masyarakat.
Saat ini ia juga aktif sebagai Dewan pengawas Yayasan Islamic Center IQRO’ Pondokgede yang merupakan pelopor sekolah Islam terpadu. Selain itu ia juga diamanahi menjadi Ketua Ta’mir Masjid Annur, Yayasan Miftahul Amal Bojong Rawalele Jatimakmur Pondokgede Bekasi.

Kesibukan kerja tidak menghalanginya secara rutin ikut dalam kegiatan olahraga bulutangkis sepekan dua kali dan menembak. Sekarang ia dipercaya untuk menjadi Ketua Perbakin (Persatuan Menembak Sasaran dan Berburu Seluruh Indonesia) Cabang Kota Bekasi. Kemampuan menembak diperolehnya saat mengikuti kegiatan pembekalan Konsepsi Nasional bagi pimpinan dan anggota DPRD se-Indonesia gelombang I di Lemhanas (Lembaga Ketahanan Nasional) bertempat di Sekolah Polisi Negara Lido Sukabumi, di mana ia ketika itu menempati peringkat pertama dalam menembak.